Transformasi Peran Guru: Setiap Pendidik Harus Jadi Guru BK, Ini Alasannya!

Ida Farida
Jul 14, 2025

Foto: ist

rutin masuk kelas untuk mengajarkan keterampilan mengelola stres dan merancang masa depan. 

 

Finlandia mengintegrasikan konsep Pedagogical Care ke seluruh staf sekolah, menjadikan kesejahteraan siswa sebagai tanggung jawab bersama, termasuk kepala sekolah dan pustakawan.

 

"Negara berkembang seperti Malaysia pun memberi perhatian serius. Guru-guru kelas mendapat pelatihan dasar konseling, mendampingi konselor profesional menangani masalah psikologis siswa," kata Maila.

 

Tujuh Jurus BK Hebat

 

Di Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merespons melalui pelatihan “Tujuh Jurus BK Hebat” bagi seluruh guru. Tujuannya bukan menggantikan peran guru BK, melainkan memperluas cakupan pendampingan melalui guru-guru yang sehari-hari berinteraksi dengan siswa.

 

Dalam pelatihan ini, guru dilatih mengenali potensi tersembunyi siswa, membantu menamai dan mengatur perasaan, serta menumbuhkan ketahanan diri menghadapi kegagalan. Guru juga didorong menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, serta membangun hubungan emosional yang kuat dengan siswa.

 

"Transformasi ini bukan menambah beban guru, melainkan memulihkan hakikat profesi mereka sebagai pendamping tumbuh-kembang anak. Kita perlu langkah nyata, bukan sekadar wacana atau modul pelatihan digital," kata Maila.

 

Ia menambahkan, pelatihan konseling dasar bagi guru harus bersifat praktis, relevan, dan didukung regulasi jelas soal beban kerja. Evaluasi berkala terhadap pelaksanaan di sekolah pun dinilai penting agar dampaknya nyata.

 

"Sudah saatnya menjadikan gagasan ‘Setiap Guru adalah Guru BK’ sebagai budaya sekolah Indonesia. Ini investasi terbaik menghadapi tantangan zaman," tegasnya.***


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0