Titik Temu Rakyat, Negara dan Aktivis

Joeang Elkamali
Mar 03, 2026

Aceng Permana, Dewan Pembina Rumah Aktivis Institute.

saat Rakyat butuh, mereka menekan harga di tingkat petani saat panen raya tiba. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap semangat ekonomi kerakyatan. Aktivis tidak boleh diam melihat manipulasi semacam ini. "Paling tidak, Rumah Aktivis wajib memperjuangkan keinginan masyarakat melalui pemerintah untuk memberikan masukan-masukan yang notabene bukan kepentingan pribadi," tambah saya. Kita harus bicara atas nama petani yang harga gabahnya dimainkan dan atas nama pedagang kecil yang kalah bersaing dengan modal besar.

Perubahan itu tidak mesti selalu lewat jalur-jalur besar atau panggung-panggung politik yang mewah. Justru banyak perubahan besar yang luput dari pengamatan para penguasa karena mereka tidak menganggap akar rumput sebagai sebuah kekuatan. Bagi saya, "Untuk memberikan perubahan tidak mesti jalur besar. Hal tersebut luput dari para penguasa karena akar rumput tidak benar-benar dianggap sebagai kekuatan, padahal kekuatan sebenarnya ada di sana. Ketika perubahan hanya datang dari orang-orang besar, maka itu hanya akan mengakomodir kepentingan mereka saja, dan program yang dihasilkan tidak benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat luas." Masyarakat butuh solusi atas masalah harian mereka, bukan sekadar janji-janji manis di musim pemilu.

Maka, bagi saya, peran kita sebagai pendamping masyarakat adalah mutlak. Kita harus menjadi pengingat bagi para pejabat bahwa di bawah sana, ada ribuan harapan yang sedang menunggu untuk dijemput. Kita tidak sedang mencari musuh, kita sedang mencari keadilan. Kita ingin pemerintah sukses menjalankan programnya, tapi sukses yang sesungguhnya adalah ketika warga di pelosok paling terpencil pun tersenyum karena merasakan manfaatnya. Kita ingin setiap rupiah yang dianggarkan oleh Negara benar-benar mendarat di piring-piring Rakyat, bukan menguap di tengah jalan karena


1 2 3 4 5

Related Post

Post a Comment

Comments 0