Titik Temu Rakyat, Negara dan Aktivis

Joeang Elkamali
Mar 03, 2026

Aceng Permana, Dewan Pembina Rumah Aktivis Institute.

dibuktikan dengan kehadiran kita di tempat-tempat yang tidak terlihat oleh kamera. Kita bicara soal infrastruktur, misalnya. Jangan hanya bicara soal jalan tol yang lebar. "Akses infrastruktur harus merata bahkan hingga ke gang-gang kecil," tegas saya. Bagi saya, Keberpihakan itu berarti memastikan akses pembangunan itu adil, tidak hanya menumpuk di pusat-pusat keramaian atau di wilayah yang dekat dengan basis kekuasaan tertentu. Selama ini, kita sering melihat kenyataan pahit di mana, "Program pemerintah itu hanya diturunkan oleh golongan tertentu yang berada di dalam kekuasaan, akibatnya akses tidak merata. Di sini aktivis harus bisa benar-benar hadir sebagai bukti Keberpihakan terhadap masyarakat." Yang dekat dengan kekuasaan makin makmur, yang jauh makin terpinggirkan. Rumah Aktivis hadir untuk memecah kebuntuan itu.

Mari kita bicara jujur soal apa yang terjadi di lapangan belakangan ini. Ambil contoh isu besar yang sedang ramai: pengelolaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Maksud program ini sangat bagus untuk gizi anak-anak kita. Tapi apa yang terjadi di tingkat pelaksanaan? Kita melihat polanya tetap sama. "Contoh dari pengelolaan Dapur MBG, tetap saja dikelola oleh yayasan yang punya modal, dan UMKM yang diakomodir untuk menjual barangnya ke sana itu pun hanya yang ada di lingkungan mereka saja, sedangkan para petani dan pedagang kecil tidak bisa diakomodir," kritik saya terhadap ketimpangan ini. Petani kita hanya menjadi penonton dari program yang nilainya miliaran rupiah tersebut.

Begitu juga dengan urusan pangan lainnya. Sebelum ada wacana penguatan kembali peran Negara, kita sudah melihat bagaimana koperasi-koperasi tertentu atau kelompok usaha tertentu memanipulasi harga dan suplai. Mereka memainkan stok di


1 2 3 4 5

Related Post

Post a Comment

Comments 0