Shanty Alda Desak Evaluasi Hulu Sumatera Usai Banjir dan Longsor Meluas

Abdillah Balfast
Dec 04, 2025

Anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia

KOSADATA – Bencana banjir dan longsor yang melanda 50 kabupaten/kota di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh memunculkan keprihatinan mendalam dari Anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia. Dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI, ia menegaskan perlunya evaluasi serius terhadap kondisi kawasan hulu yang diduga memperparah bencana.

Shanty menyampaikan belasungkawa atas banyaknya korban jiwa dan lebih dari satu juta warga yang harus mengungsi akibat bencana dahsyat tersebut. Ia menyoroti temuan berupa batang-batang kayu dan log besar yang terbawa arus banjir, yang dinilai mengindikasikan adanya persoalan ekologis di kawasan hulu.

“Kita semua tahu kerusakan yang terjadi sangat parah. Lebih dari satu juta pengungsi dan kerusakan besar di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Dari arus banjir terlihat banyak log kayu yang ikut terbawa. Ini perlu kita kaji apakah ada kaitannya dengan kondisi hulu,” kata Shanty dalam rapat kerja bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian, termasuk dengan sektor kehutanan, untuk melakukan pemulihan ekologis jangka panjang. Rehabilitasi hutan, pemulihan daerah tangkapan air, dan penguatan kawasan resapan dinilai menjadi kunci mengurangi risiko bencana berulang.

Shanty juga menegaskan bahwa Sumatera memerlukan perhatian lebih daripada sekadar penyaluran logistik. “Pemulihan lingkungan di hulu harus menjadi prioritas agar situasi seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Meski memberikan kritik konstruktif, Shanty turut mengapresiasi langkah cepat Kementerian Lingkungan Hidup dalam penanganan awal.
“Saya mengapresiasi kementerian ini karena bergerak cepat dan responsif terhadap situasi lingkungan,” tambahnya. (***)

Update berita terkini KOSADATA di Google News

Related Post

Post a Comment

Comments 0