Foto: ist
KOSADATA – Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengubah status PAM Jaya dari Perumda menjadi Perseroda menuai sorotan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.
Organisasi keagamaan itu menekankan agar perubahan status badan usaha air minum tersebut tidak menggeser orientasi utama pelayanan publik.
Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta, Husny Mubarok Amir, menilai transformasi ke Perseroda secara teori dapat memperkuat investasi dan memperbaiki tata kelola. Namun, ia mengingatkan risiko pergeseran orientasi jika kepentingan bisnis lebih dominan.
“Kami memahami tujuan baik Gubernur Pramono Anung, tetapi jangan sampai pelayanan air bersih justru seolah terlihat menjadi barang dagangan,” ujar Husny di Jakarta, Jum'at, 19 September 2025.
Menurut Husny, dukungan terhadap langkah Gubernur Pramono Anung akan tetap diberikan sepanjang akuntabilitas dan transparansi dijaga. Ia menegaskan, orientasi harus berpihak pada warga.
“Kami mendukung jika orientasinya jelas dan berpihak pada warga. Jika tidak, kami akan menjadi pihak yang pertama mengingatkan,” katanya.
Husny juga menyoroti persoalan tarif dan kualitas layanan. Ia mengingatkan, masuknya investasi tak boleh dibayar mahal oleh masyarakat.
“Kalau investasi masuk tapi tarif naik, ini jelas akan menimbulkan ketidakpercayaan. Jadi perlu mekanisme kontrol yang ketat,” ujarnya.
PWNU DKI Jakarta mendorong Pemprov membuka ruang dialog lebih luas dengan publik sebelum melangkah lebih jauh, termasuk wacana penawaran saham perdana (IPO).
“Transparansi adalah kunci utama, kami mendukung arah perbaikan tetapi jangan lupa melibatkan publik,” tutup Husny.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0