Prestasi yang Nyaris Tertelan Bencana, Dua Siswa Aceh Bawa Juara Olimpiade Nasional

Ida Farida
Dec 09, 2025

Khaidar Munarzi, penyintas banjir dari asal Krueng Mane, Aceh Utara, juara PAI Fair 2025. Foto: dok. Kemenag

KOSADATA-Banjir besar yang mengepung Aceh dalam beberapa hari terakhir tak hanya merendam rumah dan memutus jalur darat. Ia nyaris menenggelamkan harapan anak-anak berprestasi Aceh untuk tampil di panggung nasional Grand Final Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025. 

Namun dari tengah kecemasan itu, justru lahir kabar yang membuat dada lapang: dua putra Aceh menembus gelap banjir, menyeberangi sungai, tiba di Jakarta dengan pakaian basah—dan pulang membawa gelar juara.

Mereka adalah Khaidar Munarzi, siswa kelas II SMP IT Muhammadiyah Bireuen, dan M. Al-Walid dari SMAN 1 Kuta Makmur, Aceh Utara. Khaidar menyabet Juara 1 Lomba Pidato tingkat SMP, sedangkan Al-Walid meraih Juara 1 Jenjang SMA pada Grand Final PAI Fair 2025 di Jakarta.

Dalam ajang ini, kontingen Aceh membawa pulang satu juara dua dan empat juara pertama—dua di antaranya diraih siswa yang beberapa jam sebelum berangkat masih terjebak banjir di kampung halaman.

Khaidar pulang ke rumahnya di Krueng Mane, Muara Batu, Aceh Utara pada akhir November—sesaat sebelum hujan deras akibat siklon Senyar melanda. Rumah kayu dua lantai tempat ia tinggal tiba-tiba miring. Air menanjak hingga setinggi leher.

“Biasanya kalau hujan lebat pun hanya tergenang sedikit. Tapi kali ini berbeda. Air sudah sampai lantai dua rumah,” ujarnya lirih seperti dilansir laman resmi Kemenag, Selasa, 9 Desember 2025.

Banjir memutus jembatan Kuta Blang dan beberapa jembatan di sepanjang Krueng Peusangan. Jalur menuju Banda Aceh terputus. Tiket pesawat yang sudah dibeli hangus. Semangat yang dipupuk berminggu-minggu seketika luluh.

Namun Khaidar memilih berangkat. Minggu dini hari, 30 November, ia dan ibunya menyeberangi Krueng Tingkeum menggunakan perahu kecil milik warga.

“Takut sekali


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0