Rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Kapal Khusus Angkutan Ternak pada 7-9 November 2024 di Bandung, Jawa Barat. Foto dok Kemenhub
Capt. Hasan juga menekankan pentingnya penetapan jaringan trayek yang tepat untuk Angkutan Ternak pada tahun anggaran 2025, yang akan menjadi dasar perencanaan operasional kapal di tahun mendatang.
“Kami berupaya agar jaringan trayek yang ditetapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan mempertimbangkan ketersediaan armada dan potensi muatan ternak dari daerah produsen ke daerah konsumen. Keputusan yang diambil dalam rapat ini akan berdampak pada kelancaran distribusi ternak yang lebih efisien,” jelasnya.
Kemenhub berkomitmen memastikan trayek kapal khusus Angkutan Ternak pada 2025 dapat dirancang dengan mempertimbangkan potensi muatan ternak serta ketersediaan armada yang ada, sehingga distribusi ternak menjadi lebih efektif dan efisien.
Kolaborasi adalah kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pelayanan publik ini. Semua pihak memiliki peran penting dalam mewujudkan konektivitas antar pulau yang lebih baik untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Acara yang mengusung tema “Penguatan Konektivitas Antar Pulau Guna Swasembada Daging Nasional untuk Indonesia Maju” ini diharapkan akan menghasilkan rekomendasi yang dapat meningkatkan efisiensi distribusi ternak dan menciptakan keputusan strategis untuk memenuhi kebutuhan daging nasional.
Rapat Koordinasi Teknis ini menjadi bukti komitmen Kementerian Perhubungan untuk terus berinovasi dan memperbaiki pelayanan transportasi laut, khususnya bagi kapal Angkutan Ternak, demi mendukung tercapainya swasembada daging dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Melalui Rakornis ini, kami ingin memastikan bahwa distribusi ternak antar pulau berjalan lancar, sehingga target swasembada daging nasional dapat tercapai dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Comments 0