Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Indonesia melakukan pelatihan budi daya ikan dalam ember. Foto: UI
"Terlebih lagi, hasil budidaya yang berupa ikan dan sayuran berpotensi untuk membantu meningkatkan pemenuhan pangan dan gizi secara mandiri pada masyarakat setempat,” katanya.
Pengmas ini juga berkolaborasi dengan komunitas Saungelmu yang merupakan komunitas yang bergerak dalam bidang pembinaan dan edukasi masyarakat di kawasan setempat.
Kegiatan diawali dengan penyerahan bibit kepada perwakilan masyarakat setempat dan sekaligus ketua komunitas Saungelmu, yaitu Erwin Saleh. Bibit ikan dan sayuran yang diberikan adalah bibit ikan patin, ikan lele, ikan gabus, ikan sepat siam, kangkung, dan selada.
Bibit ini dipilih karena memiliki prospek nilai ekonomi yang tinggi, sekaligus juga mengandung nilai gizi yang sangat baik untuk membantu dalam pemenuhan nutrisi pangan masyarakat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi tata cara penyemaian benih, perawatan, cara panen hingga edukasi manfaat kesehatan ikan dan sayuran budidaya. apt. Roshamur selaku pemateri juga menyampaikan hal-hal yang harus diperhatikan agar ikan yang dibudidayakan tetap sehat.
“Ikan diberi pakan secukupnya. Makanan ikan yang berlebih harus diambil karena jika tidak, itu akan menjadi racun bagi ikan. Selain itu jika ada ikan yang tidak sehat atau terserang jamur/ penyakit, perlu segera dipisahkan sehingga tidak menulari ikan lainnya,” kata apt. Roshamur di salah satu sesi edukasi.
Bersama dengan apt. Roshamur, Tim Pengmas FFUI juga
Comments 0