Foto: ist
Secara arsitektural, Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA mengusung konsep Urban Water Falling yang merepresentasikan aliran air seperti air terjun. Desain ini memaksimalkan pemanfaatan cahaya alami melalui penggunaan kaca, sekaligus mendukung efisiensi energi.
Gedung setinggi 11 lantai dengan satu basement ini memiliki luas bangunan sekitar 18.853,80 meter persegi dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 590 hari.
Seiring pembangunan fisik, PAM JAYA juga memperkuat transformasi digital. Per 1 Januari 2026, call center PAM JAYA telah beroperasi dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI). Selanjutnya, sistem ERP dijadwalkan go live pada 15 Januari 2026, disusul peluncuran aplikasi C2M pada Juni 2026.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin menegaskan, pembangunan gedung ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan layanan sekaligus kesadaran publik. “Gedung Sentra Pelayanan ini kami bangun tidak hanya sebagai pusat layanan, tetapi juga pusat edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya air minum perpipaan dan konservasi air,” ujarnya.
Melalui integrasi infrastruktur, teknologi, dan edukasi, PAM JAYA optimistis mampu menghadirkan layanan air minum perpipaan yang semakin andal, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan warga Jakarta.***
Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal google news kosadata.
Comments 0