Â
Innalillahi... Kendati mulut mengucap kalimat itu, hati masih merasa tak percaya. Pria yang akrab disapa abang itu meninggal dunia. Pria yang sangat peduli pada pelatihan, kursus, sertifikasi profesi itu telah tutup usia. Pria yang tak kenal lelah berbicara tentang dunia kompetensi di Indonesia itu pergi untuk selamanya.
Â
Bukan waktu sebentar kami mengenal beliau. Ada banyak perjumpaan dengannya yang membuat kami semakin yakin untuk berjuang dalam dunia pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.
Â
Pada awal 2022, misalnya, menjelang Musda dan pelantikan DPD HILLSI Jawa Barat, ia tak kenal lelah memantau setiap perkembangan. Lebih dari lima kali saya dievaluasi melalui sambungan telepon dan zoom. Hal ihwal teknis tentang kesiapan organisasi yang akan melalui hajat besar harus jelas, terinci, terencana, dan yang paling utama menjaga marwah.Â
Â
Kendati pernah menjadi komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) 2005 s.d. 2010, ia masih mau mengurus hal teknis organisasi pelatihan di tingkat daerah. Bahkan, ia datang ke acara pelantikan tanpa mau difasilitasi.Â
Â
"Saya ingin setiap orang punya kompetensi dan tersertifikasi," kata Abang, saat diskusi di lobi hotel, sebelum acara dimulai.Â
Â
Ucapannya itu bukan isapan jempol. Ia bergerak nyata dengan berbagai kegiatan di Rumah Kompetensi Indonesia (RKI) dan mengasuh Sakasakti Group.Â
Â
"Saya ingin satu kabupaten satu kompetensi, satu kota satu kompetensi," jawabnya saat ditanya apa maksud Sakasakti.
Â
Setiap diskusi dengannya selalu mendapat ilmu baru. Alumnus Lemhanas tahun 2014 itu tak pernah absen di berbagai grup WA. Pendiri organisasi HIPKI, Dewan
Comments 0