Foto: ist.
“Banyak pelaku UMKM yang merugi karena gas habis di tengah proses memasak. Dengan alat ini, sisa isi tabung terpantau dalam hitungan persentase di aplikasi,” tambahnya.
Perangkat ini memiliki desain kompak dan mudah dipasang pada berbagai ukuran tabung gas. Layar LCD memberikan informasi visual langsung di lokasi, sementara modul IoT memastikan integrasi data yang akurat di sistem cloud.
Tim SafeSense kini membidik pasar luas, mulai dari sektor rumah tangga, apartemen, hingga bisnis kuliner seperti pedagang kaki lima (PKL) dan dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain penjualan unit hardware, mereka juga menyiapkan skema kemitraan serta fitur berbayar untuk analisis data yang lebih mendalam bagi pelaku bisnis.
Hizaifa berharap, terobosan ini mampu menekan angka kecelakaan akibat kebocoran gas secara signifikan di Indonesia.
“Keamanan gas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus bisa diakses oleh siapa saja,” pungkas Hizaifa.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0