Lindungi Anak, Bunda PAUD Ingatkan Kekerasan Psikis Lebih Berbahaya

Joeang Elkamali
Sep 19, 2025

Foto: ist

KOSADATA – Upaya mencegah kekerasan terhadap anak di Provinsi Riau kini diperluas hingga melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Dari lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga program kolaborasi psikolog, pemerintah daerah menegaskan komitmennya membangun benteng perlindungan bagi anak-anak.

Bunda PAUD Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid, menyebut kekerasan tidak boleh ditoleransi dalam bentuk apa pun. Menurutnya, sosialisasi sejak dini menjadi kunci agar anak mampu mengenali perlakuan orang sekitar, termasuk apakah itu tergolong kekerasan.

“Anak-anak sejak dini diberikan sosialisasi, bagaimana cara mengetahui apa yang terjadi pada dirinya, lalu mereka tahu apakah itu termasuk kekerasan yang dilakukan orang sekitarnya atau tidak,” ujar Henny dilansir Infopublik, Jum'at, 19 September 2025

Upaya tersebut tidak berhenti di jenjang PAUD. Edukasi diperluas hingga ke SD, SMP, bahkan SMA. Henny menegaskan kekerasan bukan hanya sebatas luka fisik, melainkan juga berkaitan erat dengan kesehatan mental.

“Harus dipahami, kekerasan itu bukan hanya sebatas fisik, tetapi juga psikis. Karena itu kami aktif berkeliling ke seluruh Provinsi Riau untuk memberikan edukasi terkait kekerasan pada anak,” kata dia.

Lewat TP-PKK, Henny bersama Pokja PAUD menggagas program “Jelajah Anak Riau” yang melibatkan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Riau. Program ini mengedukasi anak dan remaja tentang kesehatan mental sekaligus menjadi sarana bagi orang tua untuk lebih peduli.

Namun, tantangan terbesar justru datang dari lingkaran terdekat. Kasus kekerasan terhadap anak di Riau, seperti di banyak daerah lain, kerap dilakukan oleh orang-orang dalam rumah tangga. Karena itu, selain sosialisasi, Henny mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak pada perlindungan anak serta ketersediaan fasilitas publik yang responsif.

“Pokja PAUD berupaya mencegah terjadinya


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0