Foto: dok. ITPLN
“Untuk S1, S2, dan S3 saya kira tidak ada masalah. Pada program Merdeka Belajar, banyak mahasiswa dari kampus lain datang ke ITB. Memang ada konsekuensi akademik, tapi pengalamannya sangat berharga,” kata Tata.
Ia menambahkan, untuk program magister dan doktor, penentuan pembimbing sejak awal menjadi kunci.
“S2 sebaiknya sudah dipasangkan dengan calon pembimbingnya. S3 sangat mungkin dengan pembimbing bersama,” ujarnya.
Tata juga menyoroti kerja sama ITB dengan PLN yang selama ini berjalan intensif, termasuk program pelatihan dan pertukaran pegawai ke luar negeri untuk mempelajari teknologi pembangkit, smart meter, hingga energi terbarukan.
“Kerja sama pendidikan itu sangat mungkin, tinggal teknisnya saja. Seperti dengan Universitas Pertamina contohnya, kami melakukan pendampingan penyusunan silabus. Ada juga dosen dosen dari kami yang dihire menjadi wakil rektor dan dosen di sana,” kata dia.***
Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.
Comments 0