ITPLN Lahirkan Guru Besar Pertama, Kokohkan Peran Strategis sebagai Kampus Transisi Energi

Abdillah Balfast
Nov 11, 2025

Guru Besar Pertama ITPLN Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, ST, M.Sc

profesor merupakan puncak karier akademik yang menandai dedikasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Gelar profesor bukan hanya pengakuan individu, tetapi kebanggaan institusi,” ujar Henri. Ia meyakini pengukuhan ini memperkuat posisi ITPLN sebagai kampus unggulan di bidang ketenagalistrikan dan teknologi terapan.

Henri menegaskan, kebutuhan akan Manajemen Konstruksi semakin mendesak seiring kompleksitas proyek dan tuntutan keberlanjutan. Dengan kompetensi Prof. Susy, ia optimistis kontribusi terhadap ilmu pengetahuan, industri, dan masyarakat akan semakin luas. Ia juga menyoroti keselarasan prestasi ini dengan program Saintek Berdampak Kemendiktisaintek.

Dalam orasi ilmiah bertajuk “Perkembangan Manajemen Konstruksi: Keseimbangan Biaya, Waktu, dan Mutu di Era Digital”, Prof. Susy memaparkan bahwa industri konstruksi tengah memasuki fase paling dinamis dalam empat dekade terakhir. Transformasi tidak lagi sekadar digitalisasi dokumen, tetapi bergeser menjadi tata kelola integratif berbasis data, regulasi, dan keberlanjutan.

“Keseimbangan biaya, waktu, dan mutu tetap menjadi fondasi, namun kini relasinya jauh lebih kompleks,” jelasnya.

Ia menuturkan, skala proyek yang semakin besar serta kontrak yang semakin kompleks menuntut manajer konstruksi berperan sebagai integrator strategis, bukan sekadar koordinator teknis. Digitalisasi, otomasi, dan tuntutan keberlanjutan turut mempercepat perubahan lanskap industri.

“Profesi ini tidak lagi sekadar memastikan bangunan berdiri, tetapi bagaimana ia berfungsi, bertahan, dan memberi dampak jangka panjang,” ujarnya.

Menutup orasi, Prof. Susy menegaskan bahwa masa depan Manajemen Konstruksi bertumpu pada sistem yang cerdas, adaptif, dan beretika. Keberhasilan profesi ini sangat ditentukan oleh kemampuan menggabungkan kecerdasan digital, pemahaman hukum, kepemimpinan, dan pemikiran sistemis.

“Tantangannya adalah mengelola ketidakpastian tanpa kehilangan keseimbangan biaya, waktu, dan mutu, sekaligus memastikan keberlanjutan,” kata Susy.

Informasi program akademik ITPLN tersedia di


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0