Foto: dok. SCG
KOSADATA — Momentum Hari Bumi Sedunia 2026 kembali menyoroti ancaman krisis lingkungan global yang kian memburuk. Data United Nations Environment Programme (UNEP) mencatat emisi gas rumah kaca global pada 2024 mencapai 57,7 gigaton CO₂e, naik 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, volume sampah dunia diproyeksikan melonjak hingga 3,8 miliar ton pada 2050.
Di tengah tekanan tersebut, SCG Indonesia menegaskan komitmennya melalui berbagai aksi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) sepanjang kuartal pertama 2026. Langkah ini sejalan dengan tema Hari Bumi tahun ini, “Our Power, Our Planet,” yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
President Director SCG Indonesia, Pattaraphon Charttongkum, menegaskan bahwa pencapaian ESG membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Perjalanan menuju keberlanjutan merupakan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, pelaku industri, maupun masyarakat,” ujar Pattaraphon dalam keterangannya, Rabu, 22 April 2026.
SCG melaporkan sejumlah inisiatif ESG yang mencakup pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, hingga dukungan penanganan bencana.
Salah satu program unggulan, Sharing the Dream, mendorong keterlibatan generasi muda dalam aksi lingkungan. Melalui program ini, penerima beasiswa menjalankan proyek Community Action for Responsible Ecotourism (CARE) di Desa Sukawening, Kabupaten Bandung. Program tersebut melibatkan lebih dari 50 remaja dengan fokus pada pengembangan ekowisata berbasis komunitas.
Di sektor pendidikan, SCG menggelar pelatihan literasi digital bagi guru di Jakarta pada 2–3 Februari 2026. Pelatihan ini memperkenalkan metode pembelajaran berbasis augmented reality serta konsep kewirausahaan hijau.
Pada aspek lingkungan, SCG memperluas program SCG Mentari di Desa Tanjungsari. Program ini telah mengelola lebih dari 7 ton sampah dengan melibatkan lebih dari 1.000 partisipan dari lima desa. Sampah yang terkumpul dimanfaatkan sebagai
Comments 0