Harga emas dinilai akan terus naik. Foto: ist
“Jangan main tebak-tebakan jual-beli emas seperti trading saham. Harga emas itu fluktuatif. Kadang naik tajam, kadang anjlok. Tapi dalam jangka panjang, grafiknya tetap mendaki,” katanya.
Ia mencontohkan, dalam rentang waktu satu dekade terakhir—April 2015 hingga April 2025—harga emas naik hampir tiga kali lipat. Tapi dalam periode tertentu, seperti antara Juli 2020 hingga Oktober 2022, harga emas sempat melandai. “Jadi kalau ingin investasi emas, siapkan mental untuk menahan lama. Jangan berharap hasil instan,” tegas Farouk.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa memahami fluktuasi harga emas tidak cukup hanya dari grafik. Perlu pula mencermati perkembangan geo-ekonomi dan politik global yang berpengaruh besar terhadap harga logam mulia tersebut. “Itulah mengapa investasi emas itu bukan sekadar simpan dan lupa. Tapi juga perlu kepekaan terhadap arah angin global,” tandasnya.***
Comments 0