Foto: ist
“Gaza hari ini adalah kuburan bagi anak-anak dan mimpi mereka,” kata Ahmad Alhendawi dari Save the Children. Menurutnya, generasi muda Palestina tumbuh dengan keyakinan pahit bahwa dunia telah meninggalkan mereka.
Kondisi semakin genting sejak awal Maret, ketika Israel memperketat perlintasan Gaza. Setiap hari hanya 86 truk bantuan yang diizinkan masuk, jauh dari kebutuhan minimal 600 truk. Situasi ini, kata PBB, memicu krisis kelaparan terburuk yang pernah tercatat.
Lebih dari 150 organisasi kemanusiaan mendesak gencatan senjata permanen agar bantuan bisa mengalir. Tanpa itu, PBB memperingatkan, Gaza berisiko melahirkan “generasi yang hilang.”***
Update terus berita terbaru KOSADATA di Google News.
Comments 0