Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. Foto: ist
KOSADATA – Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara melepas Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi di Jakarta. Dalam arahannya, ia menegaskan para peserta tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga diminta menyusun rekomendasi yang dapat menjadi dasar kebijakan pemerintah.
Acara pelepasan dihadiri sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari mahasiswa, peneliti, dan guru besar dari tujuh perguruan tinggi negeri terkemuka serta sejumlah kampus mitra di berbagai daerah.
“Ekspedisi Patriot bukan sekadar penelitian. Saudara ditugaskan menyusun strategi ekonomi, merancang model kolaborasi, hingga merumuskan solusi terintegrasi yang bisa langsung dijalankan. Rekomendasi kalian harus menjadi dasar kebijakan pemerintah,” ujar Menteri Iftitah dalam sambutannya, Minggu, 24 Agustus 2025.
Ia menekankan, pembangunan bangsa harus dimulai dari desa. Ia mencontohkan Korea Selatan, Tiongkok, Jerman, hingga Amerika Serikat yang berhasil membangun negaranya melalui penguatan komunitas lokal dan pembukaan frontier baru. Menurutnya, hal yang sama perlu dilakukan Indonesia lewat transmigrasi.
“Kalau Indonesia ingin sejajar dengan bangsa besar, kita harus berani membangun dari desa, membuka frontier baru, dan menguatkan ekonomi rakyat. Transmigrasi adalah jalannya, dan Ekspedisi Patriot menjadi jembatan antara dunia kampus dan kebijakan,” kata Iftitah.
Tim Ekspedisi Patriot akan diterjunkan ke berbagai wilayah transmigrasi dengan misi mengevaluasi kawasan sebagai dasar kebijakan, mengembangkan potensi lokal menjadi komoditas unggulan, memperkuat tata kelola masyarakat, serta menghadirkan inovasi dan infrastruktur berkelanjutan.
Menteri Iftitah mengingatkan bahwa misi tersebut tidak hanya teknis, melainkan bagian dari janji kemerdekaan untuk menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. “Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Inilah sejatinya karakter patriot. Sejarah bangsa ditulis oleh patriot, dan hari ini kalian akan menulis halaman baru itu,”
Comments 0