Dedi Mulyadi ungkap efesiensi anggaran di Jabar hingga Rp5 triliun. Foto: ist
Fokus pada Infrastruktur dan Pendidikan
Tidak hanya itu, Dedi juga menargetkan untuk membangun rumah bagi warga miskin dengan alokasi dana sebesar Rp40-50 juta per unit rumah. Sektor listrik pun menjadi perhatian utama dengan rencana pemasangan jaringan listrik di seluruh provinsi dengan anggaran sekitar Rp350 miliar.
“Pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah, pengadaan mobil pengangkut sampah, dan mobil pemadam kebakaran juga termasuk dalam program prioritas kami,” ungkap Dedi.
Gubernur Jawa Barat ini menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti memotong dana secara drastis, melainkan mengurangi belanja yang tidak produktif dan mengarahkannya pada investasi yang bermanfaat jangka panjang.
"Belanja perjalanan dinas yang tidak penting, belanja pakaian dinas, dan kegiatan yang hanya menyerap anggaran tanpa menghasilkan investasi, semuanya akan dikurangi atau dihapus," tegasnya.
Melalui langkah-langkah efisiensi ini, Dedi Mulyadi berharap dapat mengubah pola pikir masyarakat Jawa Barat dari konsumtif menjadi lebih produktif. Ia juga berkomitmen untuk merubah pola birokrasi menjadi lebih orientasi pada investasi infrastruktur, sumber daya manusia, dan kesehatan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut.
"Seluruh langkah ini kami harapkan dapat berhasil, dan kami mohon doa dari seluruh masyarakat Jawa Barat agar semua program berjalan lancar," pungkas Dedi Mulyadi.
Dengan berbagai langkah yang direncanakan, Dedi Mulyadi berharap Jawa Barat akan menjadi provinsi yang lebih maju, dengan kota-kota yang tertata rapi dan masyarakat yang sejahtera.***
Comments 0