Foto: dok. ITS
KOSADATA - Indonesia kembali menorehkan jejak di kancah teknologi kedirgantaraan global. Tim Bayucaraka Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih juara tiga kategori Fixed Wing pada kompetisi International UAV Competition Teknofest 2025 di Koaceli, Turki.
“Dalam kategori ini, kami berhasil meraih gelar Juara 3 mengalahkan 131 peserta lainnya,” ujar Koordinator Pembina Tim Bayucaraka ITS, Aldinata Rizky Revanda, dilansir laman resmi ITS, Selasa, 16 September 2025.
Ajang Teknofest digelar oleh Tubitak Turki dan dikenal sebagai kompetisi dirgantara terbesar di kawasan Eurasia. Tahun ini, Bayucaraka ITS menjadi satu-satunya tim asal Indonesia yang lolos di dua kategori sekaligus, yakni Fixed Wing (FW) dan Free Mission (FM). “Kami menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang berhasil lolos untuk berkompetisi dalam dua kategori sekaligus,” kata Aldinata.
Di kategori Fixed Wing, tim mengandalkan pesawat tanpa awak Leonardoro. Pesawat itu ditantang melintas dengan jalur angka delapan dua kali serta menjatuhkan muatan tepat di sasaran. Keunggulan Leonardoro, menurut Aldinata, terletak pada desain bodi yang ringan namun tetap bertenaga. “Dalam hal ini, kami unggul di keringanan (body), sedangkan tim lain lebih berat karena menggunakan polimer,” ucapnya.
Adapun di kategori Free Mission, Bayucaraka memamerkan Bayusuta. Pesawat ini dikerjakan dengan tingkat kemandirian tinggi, mulai dari motor, baling-baling, hingga bodi. “Perolehan nilai dalam kategori ini ditentukan oleh sejauh mana tingkat kemandirian tim dalam memproduksi komponen tersebut,” tutur dosen Departemen Teknik Informatika ITS tersebut.
Lomba di Turki bukan tanpa hambatan. Bayucaraka harus menghadapi terpaan angin kencang yang menguji kekuatan mesin pesawat. “Ketika menerbangkan, kami khawatir kalau daya dari motornya tidak kuat
Comments 0