KPMI menggelar FGD pengelolaan air minum di Jakarta. Foto: ist
"Saya rasa PAM Jaya sudah saatnya melakukan bisnis penuh, namun tidak memberatkan warga. Tarif yang sekarang sudah diputuskan bisa menjadi modal dalam mengembangkan usaha," ucap Agus.
Menurut Agus kenaikan tarif saat ini wajar. PAM Jaya tidak memiliki bantuan dari Pemprov DKI, sehingga dalam mengelola keuangan harus baik dan transparan.
"Sejak bersiri sendiri, PAM Jaya sudah mendapatkan keuntungan. Dari hasil itu, pipanisasi atau penyambungan harus terus dilaksanakan agar semua warga Jakarta mendapatkan air bersih," pungkasnya. ***
Comments 0