Peta percakapan netizen soal Sirekap yang dicapture Drone Emprit. Foto: x Ismail Fahmi
"Netizen merasa bahwa Sirekap tidak transparan dalam menampilkan data pemilu. Mereka merasa bahwa data yang ditampilkan tidak valid dan tidak dapat dipercaya," tegasnya.
Netizen juga mengkritik integritas data DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan hasil OCR (Optical Character Recognition) di Sirekap. Mereka merasa bahwa data yang ditampilkan tidak sesuai dengan data asli yang diunggah ke Sirekap.
Menurutnya, netizen mengkhawatirkan keamanan aplikasi Sirekap. Beberapa netizen bahkan menyebut adanya potensi backdoor dan celah keamanan dalam aplikasi tersebut.
"Beberapa netizen mungkin memiliki pengalaman pribadi yang buruk dengan Sirekap, seperti data yang dikunci oleh KPU untuk menjegal seseorang. Hal ini membuat mereka merespon negatif terhadap Sirekap secara keseluruhan," jelasnya.
Terpisah, Ketua KPU Hasyim Asy'ari meminta maaf jika ada ketidaksempurnaan pada sistem Sirekap.
"Kami mohon maaf kalau hasilnya pembacaannya kurang sempurna dan menimbulkan publikasi hitungannya, hitungannya maksudnya dari konversi ke hitungan belum sesuai," kata dia, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/2).
"Tidak ada niat manipulasi, tidak ada niat untuk mengubah-ubah hasil suara. Karena pada dasarnya formulir C Hasil yang plano diunggah apa adanya," lanjut Hasyim.***
Comments 0