Ilustrasi: Negamuntaha/pixabay
KOSADATA - Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Syaban yaitu memperbanyak doa dan meminta ampun kepada Alloh Taala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam ‘Asakir, Ad-Dailami, dan Al-Baihaqy yang artinya:
“Ada lima malam ketika doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.”
doa yang biasa dipanjatkan oleh Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wassalam selama bulan Sya’aban terdapat dalam sebuah hadist dari Anas bin Malik berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam jika masuk bulan Rajab, dia berkata, “Allahumma Barik lanaa fii Rajaba wa Syaban wa Barik lanaa fii Ramadhan.” (Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan”). (HR. Ahmad).
doa di atas dibacakan oleh Rasulullah untuk memohon kepada Allah Taala agar diberikan keberkahan selama bulan Syaban sampai Ramadhan tiba.
Oleh karenanya, jangan melewatkan momen bulan Syaban untuk berdoa untuk memperoleh keberkahan dari Allah Taala, apalagi bulan Syaban hanya datang sekali dalam setahun.
Selain membaca doa, kita juga dianjurkan untuk mengucapkan istighfar sebanyak-banyaknya. istighfar adalah sebuah bacaan yang dibacakan untuk memohon ampun kepada Allah Taala.
Dengan mengucapkan Astagfirullah, artinya seorang hamba menyadari kesalahan atau dosa yang ia perbuat, kemudian berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut.
istighfar berguna sebagai cara untuk memohon ampun dan penyempurnaan taubat. Allah sangat menyukai orang yang meminta ampunan kepada-Nya.
Hal ini sebagaimana Sayyid Muhammad bin Alawi juga menjelaskan bahwa di bulan Syaban hendaknya memperbanyak istighfar kepada Allah Taala.
Comments 0