Foto: dok. ITPLN
Menurut dia, penyaluran bantuan dilakukan dengan berkoordinasi langsung bersama pengurus IKPLN daerah di masing-masing provinsi terdampak. Berdasarkan tingkat kerusakan, alokasi bantuan dibagi dengan komposisi 40 persen untuk Aceh, 35 persen Sumatra Utara, dan 25 persen Sumatra Barat.
Aceh mendapatkan porsi bantuan terbesar karena dampak banjir dinilai paling parah. “Kondisi di Aceh cukup memprihatinkan, sehingga alokasinya lebih besar,” kata Syamsul.
Sebagian dana telah disalurkan pada tahap awal tanggap darurat, sementara sisanya disiapkan untuk mendukung proses pemulihan. IKPLN, kata Syamsul, berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana bantuan.
“Kami memastikan dana ini sampai kepada yang berhak dan digunakan sesuai peruntukannya,” ujarnya.
Kenali ITPLN
Pada kesempatan yang sama, Syamsul juga mendorong para pensiunan PT PLN (Persero) untuk ikut berperan aktif mengenalkan Institut Teknologi PLN (ITPLN) ke berbagai daerah. Ia menilai, keterlibatan pensiunan penting untuk memperluas keterwakilan mahasiswa ITPLN dari berbagai wilayah di Indonesia.
“ITPLN berada di bawah naungan YPK PLN dan rutin melakukan rekrutmen mahasiswa baru setiap tahun. Kami mengajak para pensiunan PLN membantu mengenalkan ITPLN di daerah masing-masing,” ujar Huda saat meninjau kampus Pascasarjana ITPLN.
Ia menambahkan, ITPLN memiliki rekam jejak kuat dalam mencetak lulusan yang terserap di PLN Group. “Banyak alumninya bekerja di PLN. Ini menunjukkan kualitas dan proses seleksi yang sudah teruji,” kata dia.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat peran ITPLN dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang energi dan teknologi sekaligus membuka akses pendidikan bagi generasi muda di berbagai daerah.***
Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News
Comments 0