Tekan Emisi, PLN Suplai Litrik untuk Elektrifkasi Alat Berat Tambang

Widihastuti Ayu
Apr 21, 2026

Penandatanganan Integrated Business Solution oleh Presiden Direktur PT Maruwai Coal, Totok Azhariyanto (kedua dari kiri), Direktur PT Sembada Makmur Sejahtera, Ten Yi Lung (keempat dari kiri), dan Direktur Project PT Masmindo Dwi Area, Dhira Nandana (kana

KOSADATA – PT PLN (Persero) memperkuat langkahnya mendorong transformasi sektor pertambangan melalui kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan batu bara. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan Memorandum of Understanding (MoU) Integrated Business Solution untuk mendukung elektrifikasi operasional tambang.

Dalam kerja sama tersebut, PLN memasok listrik ke beberapa perusahaan tambang dengan kapasitas berbeda, yakni PT Trubaindo Coal Mining (30 MVA), PT Sembada Makmur Sejahtera (55 MVA), PT Marga Bara Jaya (35 MVA), PT Maruwai Coal (71 MVA), PT Makmur Sejahtera Wisesa (106 MVA), dan PT Berau Coal (29 MVA).

Selain itu, melalui skema Integrated Business Solution, PLN juga menggandeng sejumlah perusahaan untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan. Di antaranya PT Masmindo Dwi Area untuk pembangunan instalasi dan gardu pelanggan, PT Maruwai Coal untuk pembangunan instalasi milik pelanggan, serta PT Sembada Makmur Sejahtera untuk pekerjaan desain teknik dan pembangunan instalasi tegangan tinggi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi PLN dalam mendukung implementasi green mining atau pertambangan hijau melalui penggunaan energi listrik yang lebih bersih, efisien, dan andal, terutama untuk operasional alat berat.

Koordinator Konservasi dan Mineral Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ari Hendrawanto, mengatakan elektrifikasi alat berat menjadi kunci utama dalam menekan emisi di sektor tambang. Hal ini sejalan dengan target nasional mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

“Elektrifikasi alat berat menjadi salah satu solusi utama, karena konsumsi energi terbesar berada pada kegiatan pengangkutan dan pemindahan material,” ujar Ari dalam keterangannya, Selasa, 21 April 2026.

Menurutnya, selain berdampak pada lingkungan, langkah ini juga memberikan

Related Post

Post a Comment

Comments 0