Yusuf Blegur
Konstelasi Pilkada Kota Bekasi semakin terlihat “hot” dan “sexy”. Pasalnya, ada sosok bakal calon walikota yang diasosiasikan sebagai bunglon diusung oleh partai politik yang terkenal dengan kekuatan karakternya. Partai yang berlambang hewan itu juga sangat ideologis, intim dengan proses “struggle” dan memiliki stamina yang tangguh dalam mengambil kebijakan oposisi. Sebuah partai politik yang sangat intim dengan penderitaan dan begitu akrab dengan penindasan. Partai politik yang pemimpinya menjadi legenda hidup. Pemimpin perempuan yang kuat dan tegas dalam prinsip serta tak mudah dalam rayuan atau godaan jabatan dan kekuasaan. Begitupun partainya banyak memiliki kader petarung, ideologis dan tetap spartan menghadapi tekanan politik.
Sangat disayangkan jika calon walikota yang diusung begitu mencolok perbedaan karakter dan kontradiktif rekam jejaknya dengan partai politik dan pemimpinnya. Pemimpin dan partai pengusungnya, setia, loyal dan militan terhadap perjuangan ideologinya. Sementara calon walikota yang diusungnya, tidak setia, tidak loyal dan militan terhadap partai politik, apalagi pada ideologi perjuangannya. Sering berganti-ganti atau berubah-ubah, yang penting “gue” selamat dan bisa mendapatkan tujuan “gue”, apalagi kalau bukan jabatan dan kekuasaan. Hari ini “gue” partai A, besok partai B, lusa partai
Comments 0