Soloraya Great Sale Raup Rp10,7 Triliun

Ida Farida
Aug 04, 2025

Transaksi SGS 2025 menembus Rp10,7 triliun. Foto: ist

KOSADATA — Gelaran Soloraya Great Sale (SGS) 2025 sukses besar. Selama sebulan, transaksi yang tercatat menembus Rp10,7 triliun. Pencapaian ini bukan hanya mendorong perekonomian kawasan Solo Raya, namun juga membuka peluang replikasi program serupa di berbagai daerah di Indonesia.

 

Soloraya Great Sale adalah contoh konkret bagaimana sinergi perdagangan, pariwisata, dan investasi (TTI) mampu menggerakkan ekonomi daerah. Model seperti ini layak diadopsi secara nasional,” ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, saat menutup SGS 2025 di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, kemarin.

 

Anindya menegaskan, kesuksesan SGS 2025 tak hanya dilihat dari besarnya transaksi, namun juga dari tingginya arus kunjungan wisatawan ke Soloraya. Ia berharap program ini terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama, mengingat dampaknya yang nyata bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

“Kami dari Kadin Indonesia akan mengangkat SGS 2025 sebagai agenda pembahasan utama dalam retret Kadin pekan depan di Akmil. Targetnya, kami ingin SGS menjadi gerakan nasional yang menggerakkan ekonomi daerah secara simultan,” katanya.

 

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menambahkan bahwa SGS 2025 lahir dari semangat kolaborasi lintas daerah. Selama satu bulan penuh, tujuh kabupaten/kota di Soloraya bergerak serempak dalam program aglomerasi ekonomi yang terintegrasi.

 

“Ekonomi baru tidak bisa dibangun sendirian. Dengan semangat collaborative government, kami menyatukan tujuh wilayah di Soloraya dalam satu gerakan bersama. Ini akan menjadi role model yang akan kami replikasi ke Pati Raya, Pekalongan Raya, Semarang Raya, hingga seluruh eks-karesidenan di Jawa Tengah,” tegas Luthfi.

 

Ia mencatat, investasi yang masuk ke Jawa Tengah hingga triwulan II tahun ini


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0