Foto: ist
KOSADATA — Petugas Geographic Information System (GIS) BPBD DKI Jakarta, M. Kahfi Maulana Anggara, bersama tim RiverSense, meraih juara pertama dalam ajang Hackathon Hack4Resilient Jakarta 2025.
Kompetisi inovasi tingkat nasional itu mencari solusi berbasis data untuk membangun Jakarta yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Hackathon yang digelar King’s College London bersama sejumlah mitra, termasuk British Academy, Institut Teknologi Bandung, Bappeda DKI Jakarta, dan Sobat Air Jakarta, diikuti 143 tim dari berbagai daerah. Dari jumlah itu, 14 tim terpilih masuk tahap mentoring, work session, hingga showcase.
RiverSense beranggotakan Hilman Arioaji dan Wina Natalia (U-Inspire Indonesia), R. Aj. Mutia Arih Maharani Ridwan (BNPB), serta M. Kahfi Maulana Anggara (BPBD DKI Jakarta). Kolaborasi lintas institusi ini melahirkan prototipe pemantauan air sungai berbasis ponsel bekas.
Inovasi bertajuk “Turning E-waste into Useful Data” ini memanfaatkan ponsel tak terpakai untuk mendeteksi tinggi muka air sungai.
Perangkat bekerja dengan menangkap pantulan sinyal satelit yang kemudian diolah menjadi data Reflector Height (RH). Informasi tersebut memungkinkan masyarakat memantau perubahan permukaan air secara real-time.
Uji coba dilakukan di Sungai Ciliwung, Kampung Melayu, kawasan yang kerap dilanda banjir. Hasilnya, sistem mampu merekam perubahan muka air dengan akurasi tinggi. Atas capaian itu, RiverSense dinobatkan sebagai juara pertama setelah melalui penjurian ketat.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyebut prestasi Kahfi dan timnya sejalan dengan misi lembaganya dalam memperkuat mitigasi bencana.
“Inovasi ini mendukung upaya membangun Jakarta yang lebih tangguh. Semoga menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran BPBD dan masyarakat,” ujar Isnawa dalam keterangannya, Minggu, 24 Agustus 2025.
Dengan terobosan RiverSense, diharapkan sistem peringatan dini
Comments 0