Foto: ist
Arifki juga menilai deklarasi dukungan sejak dini berpotensi memperpanjang suhu kompetisi politik nasional. Polarisasi politik tidak lagi muncul menjelang pemilu, tetapi dapat menjadi kondisi permanen dalam kehidupan politik sehari-hari.
“Pilpres 2029 memang belum dimulai secara resmi, tetapi cara berpikir elite politik sudah berada di tahun itu. Siklus politik kita makin pendek, sementara masa kampanye makin panjang,” ujarnya.
Ia mengingatkan publik untuk membaca fenomena ini sebagai perubahan irama demokrasi. “Secara kalender Pilpres 2029 masih jauh, tetapi secara politik sudah mulai berjalan. Siapa yang cepat mengunci kendaraan, dialah yang lebih siap masuk arena,” kata Arifki.***
Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.
Comments 0