Pendapatan Jateng Tembus Rp11 Triliun, Bangun Sekolah Baru dan Rehab Kelas Rusak

Ida Farida
Jul 24, 2025

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan II. Foto: dok. Pemprov Jateng

KOSADATA — Realisasi pendapatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga pertengahan 2025 tercatat mencapai Rp11,213 triliun, atau setara 46,04 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini. Capaian itu disebut Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi sebagai sinyal positif untuk mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.

 

Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp7,140 triliun, dana transfer Rp3,982 triliun, dan pendapatan sah lainnya sebesar Rp91,032 miliar. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan II di Semarang, pihaknya optimistis target tahunan dapat dikejar dengan optimalisasi kerja birokrasi.

 

“Hasil maksimal tidak cukup hanya dengan mengeksekusi anggaran. Birokrasi butuh terobosan, kreativitas, dan inisiatif dari tiap OPD, bahkan tanpa selalu mengandalkan pagu,” ujar Luthfi dilansir laman resmi Pemprov Jateng, Kamis, 24 Juli 2025.

 

Luthfi yang juga mantan Kapolda Jawa Tengah itu meminta jajaran pemerintahannya untuk bekerja berbasis hasil, bukan sekadar proses administratif. Evaluasi kinerja pun ditekankan harus berlangsung rutin dan konkret setiap triwulan.

 

Stabilitas Harga dan Deretan Proyek Fisik

 

Selain pendapatan, indikator makro seperti inflasi turut menunjukkan tren positif. Inflasi Jawa Tengah per Juni 2025 tercatat hanya 2,20 persen (year on year), mencerminkan stabilitas harga yang mendukung pembangunan daerah.

 

Dari sisi infrastruktur, sejumlah proyek strategis berjalan sesuai rencana. Di sektor pendidikan, pemprov menganggarkan Rp381,45 miliar untuk membangun sembilan sekolah baru serta merehabilitasi 1.558 ruang kelas rusak berat.

 

Sementara untuk infrastruktur jalan dan jembatan, dari total anggaran Rp793,6 miliar, progres fisiknya terus bergerak. Program penyediaan air minum di 24 desa juga mencatat realisasi 1.088 sambungan rumah dari target 2.427 sambungan hingga pertengahan tahun.

 

Di sektor perumahan,


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0