Pemasangan GPS Collar Kedua, Upaya Mitigasi Interaksi Negatif Gajah dan Manusi

Dian Riski
Mar 31, 2023

Gajah target yang gaduh sehingga menyebabkan Gajah belum berhasil dipasang GPS Collar,” jelas Erni. 

Erni menambahkan bahwa keberhasilan pembiusan satwa perlu didukung oleh keadaan lingkungan sekitar yang tenang agar satwa tidak stres dan obat bius dapat bekerja secara optimal.

Tim melakukan evaluasi upaya pemasangan GPS Collar yang belum berhasil tersebut pada malam harinya. Hasil dari evaluasi, tim memutuskan untuk mengubah target Gajah betina lainnya untuk dipasangkan GPS Collar.

Upaya pemasangan GPS Collar dilanjutkan pada 29 Maret 2023. Kegiatan diawali dengan pemantauan keberadaan kelompok Gajah jambul. Kelompok Gajah tersebut ditemukan berada di daerah Gunung Gede dengan vegetasi semak belukar.

Setelah ditemukan keberadaannya, tim inti yang dilengkapi dengan senapan bius bersama tim medis dan keamanan segera menuju ke lokasi tersebut.

Tim selanjutnya melakukan upaya penggiringan dan pemisahan Gajah target dari kelompoknya. Setelah Gajah terpisah, senapan bius ditembakkan ke tubuh Gajah target pada pukul 11.11 WIB.

Namun, penembakan bius ini juga belum sesuai dengan yang diharapkan. Hasil penilaian pembiusan menunjukan Gajah belum terbius sempurna sehingga dilakukan pemberian dosis suplemen secara suntik langsung (hand syringe) pada pukul 13.05 WIB. Hal ini dilakukan agar tim dapat mendekati Gajah dengan aman.

GPS Collar berhasil dipasangkan dalam waktu kurang lebih 25 menit. Tim medis kemudian melakukan pemantauan kondisi Gajah hingga sadarkan diri dan mulai berjalan kembali pada pukul 14.45 WIB. Gajah yang telah dipasangkan GPS Collar ini diberi nama Ramadhani.

Berdasarkan hasil pengukuran (morfometri) tubuh, Gajah tersebut memiliki berat badan 3.189 kg; tinggi bahu 223 cm; lingkar dada 382 cm.

“Kami juga melakukan


1 2 3 4

Related Post

Post a Comment

Comments 0