Pasokan Pupuk Terdampak Perang AS-Israel vs Iran, Pakar UGM Dorong Produksi Dalam Negeri

Fahmi Wahyudi
Mar 31, 2026

Foto: ist

KOSADATA  – Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran mulai memunculkan efek domino pada sektor vital global. Salah satu yang terdampak serius adalah pasokan pupuk berbasis nitrogen yang selama ini banyak diproduksi negara-negara Teluk.

Gangguan distribusi pupuk tersebut dinilai berpotensi memicu krisis keamanan pangan dunia, termasuk di Indonesia.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Subejo, mengatakan konflik di Timur Tengah berdampak langsung pada ketersediaan bahan baku pupuk kimia. Menurutnya, ketergantungan pada impor menjadi titik lemah dalam situasi geopolitik yang memanas.

“Perang di Timur Tengah menimbulkan dampak bagi sektor pangan, terutama kelangkaan pasokan pupuk berbasis nitrogen untuk produksi pupuk kimia,” ujar Subejo dilansir dari laman resmi UGM, Selasa, 31 Maret 2026.

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut masih dapat diantisipasi. Subejo menegaskan tidak semua jenis pupuk bergantung pada impor, khususnya pupuk organik dan hayati yang bisa diproduksi di dalam negeri.

“Kalau pupuk organik dan hayati tidak tergantung impor. Tapi pupuk kimia memang sebagian bahan bakunya harus didatangkan dari luar,” katanya.

Subejo mengingatkan, risiko akan semakin besar jika konflik berlangsung lama dan jalur distribusi bahan baku terganggu. Kapal pengangkut yang terhambat masuk ke Indonesia bisa memicu kelangkaan di musim tanam mendatang.

Ia menyebut periode tanam pertengahan tahun, sekitar Juni hingga Juli, menjadi fase paling rawan jika pasokan tidak segera pulih.

“Mungkin untuk masa penanaman Juni atau Juli itu yang berisiko, kalau distribusi bahan bakunya tidak lancar,” ungkapnya.

Di sisi lain, kondisi ini dinilai sebagai momentum untuk memperkuat kemandirian pupuk nasional. Subejo mendorong optimalisasi pupuk organik dari kotoran ternak dan limbah organik yang melimpah


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0