Foto: dok. Pertamina
KOSADATA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir menegaskan gelaran MotoGP Mandalika bukan sekadar tontonan olahraga kelas dunia. Ajang ini dipandang sebagai motor penggerak sport tourism yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian nasional.
“Empat tahun lalu saya diminta memastikan MotoGP berjalan lancar. Hari ini saya hadir sebagai Menpora, tentu dengan semangat yang sama untuk memastikan ajang olahraga ini berdampak besar, tidak hanya pada prestasi olahraga, tetapi juga pada ekonomi melalui sport tourism,” ujar Erick di Jakarta, kemarin.
Erick menyebut penekanan Presiden Prabowo Subianto agar pariwisata menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi harus dijawab dengan penguatan sport tourism. MotoGP, katanya, merupakan momentum strategis karena kontrak penyelenggaraan berlangsung hingga 2031.
“Kita tahu, ke depan turisme harus jadi salah satu penggerak ekonomi. Dari Kemenpora, fokus kita adalah sport tourism. MotoGP ini momentum penting, karena event multiyears ini berlangsung hingga 2031. Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat national branding Indonesia,” kata Erick.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, sponsor, dan pihak swasta yang mendukung penyelenggaraan. Menurutnya, kesuksesan event internasional tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi lintas sektor.
“MotoGP Mandalika adalah showcase Indonesia di mata dunia. Kita harus memastikan ajang ini konsisten menjadi kebanggaan nasional sekaligus mendatangkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ucap Erick, yang juga menjabat Ketua Umum PSSI.
Menpora menegaskan MotoGP bukan hanya event olahraga, melainkan bagian dari warisan Indonesia di kancah internasional. Dengan kontrak hingga 2031, kata dia, Indonesia memiliki peluang besar memaksimalkan dampak ekonomi lokal sekaligus mengerek prestasi olahraga nasional.
“Kita tidak banyak punya event multiyears. MotoGP adalah salah satunya. Karena itu, kita
Comments 0