Pj Gubernur Teguh menghadiri Edukasi dan Pelatihan Literasi Digital bertema 'Pencegahan dan Penanganan Judi Online di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat'. Foto: PPID Jakarta
"Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Infomatika dan Statistik berupaya meningkatkan pemahaman literasi digital masyarakat Jakarta melalui beragam kegiatan, salah satunya webinar/seminar literasi digital Jakarta bertajuk SOLID (Sadar Olah literasi digital) yang telah dilakukan sejak 2022. Sasaran pesertanya adalah Kader Dasawisma, Ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejaheraan Keluarga (PKK), para pelajar se-DKI Jakarta, mahasiswa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan masyarakat umum," jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga terus menguatkan sinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital RI melalui Jalahoaks dan Siberkreasi guna menyediakan informasi yang akurat, menciptakan lingkungan digital yang sehat, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi di media sosial.
"Berbagai pihak yang menyediakan fasilitas pemenuhan hak anak bersama-sama melakukan pencegahan yang tepat guna kepada anak di Jakarta. Sehingga tidak ada lagi anak di Jakarta yang terlibat judi online. Dan anak yang terlibat judi online mendapatkan perhatian serius, serta bimbingan dan konseling psikologis agar tidak terjerumus kembali pada kasus yang sama," tuturnya.
Senada dengan Pj. Gubernur Teguh, Menteri Komdigi RI Meutya Hafid mengajak semua pihak untuk bersama-sama memerangi judi online. Menurutnya, hal yang sangat berperan untuk memberantas judi online adalah pengawasan orang tua.
"Karena itu saya ingin mengajak ibu-ibu semua, kalau di Kemkomdigi saja alatnya terbatas. Karena alat secanggih apapun, meskipun nanti kita bersihkan sebersih apapun, alat dan pengawasan saja tidak akan cukup," jelasnya.
Meutya mengatakan, saat ini anak sekolah banyak yang terlibat judol dengan menggunakan akun orang tuanya maupun lewat games.
"Jadi di bawah 10 tahun yang terpapar jadi online angkanya 80 ribu. Ini yang tidak mungkin
Comments 0