Foto: dok. UGM
KOSADATA — Di tangan sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), tumpukan sampah plastik dan sekam padi yang kerap dianggap limbah kini bertransformasi menjadi sumber energi baru.
Melalui inovasi bernama Stivalution, mereka berhasil menciptakan biopelet ramah lingkungan yang bisa digunakan sebagai bahan bakar industri kecil dan menengah.
Inovasi ini lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). Tim penggagas Stivalution beranggotakan Gayuh Dewi Mahesa (ketua tim), Ikhsan Setiawan, Octavia Riezqi Yusandra, Vanky Agrinda Tama, dan Muchammad Zakky Pratama, dengan Dr. Novita Erma Kristanti, dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM sebagai dosen pembimbing.
“Tujuan kami sederhana, mengubah dua jenis limbah yang sulit diolah—sampah plastik LDPE dan sekam padi—menjadi bahan bakar alternatif yang bernilai jual,” ujar Gayuh seperti dilansir laman resmi UGM, Senin, 20 Oktober 2025.
LDPE atau Low Density Polyethylene, jenis plastik yang banyak digunakan untuk kantong belanja, dikenal sulit terurai dan menjadi salah satu penyumbang besar pencemaran lingkungan. Sementara sekam padi, hasil sisa pertanian, sering kali terbuang tanpa dimanfaatkan.
Octavia menjelaskan, plastik LDPE memiliki nilai kalor tinggi dan menghasilkan nyala api stabil, sedangkan sekam padi mengandung lignin yang membuat proses pembakaran lebih bersih dengan asap minimal.
“Kami menggabungkan keduanya agar bisa menjadi bahan bakar yang efisien dan ramah lingkungan,” ucapnya.
Produk biopelet Stivalution ditujukan untuk industri kecil dan menengah, seperti pembuatan Bakpia Pathok, penggorengan kerupuk, usaha katering, hingga pembakaran batu bata.
Tim berharap, inovasi ini dapat menjadi solusi berkelanjutan di tengah meningkatnya volume sampah dan menipisnya cadangan bahan bakar fosil.
Kini, Stivalution telah dipasarkan secara daring melalui sejumlah
Comments 0