Kasus Pramugari Gadungan Batik Air Terungkap, Wanita Asal Sumsel Ternyata Korban Penipuan

Abdillah Balfast
Jan 09, 2026

Wanita yang menjadi pramugari gadungan. (Foto: Medsos)

KOSADATA — Aksi penyamaran seorang wanita sebagai pramugari Batik Air yang sempat viral di media sosial akhirnya terungkap. Kepolisian memastikan wanita tersebut bukan pelaku kejahatan penerbangan, melainkan korban penipuan berkedok perekrutan pramugari.

Wanita itu diketahui bernama Khairun Nisya (23), warga Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Dalam video yang beredar luas, Nisya tampak mengenakan seragam lengkap pramugari Batik Air, membawa koper berlogo maskapai, serta menggunakan kartu identitas, sehingga terlihat menyerupai awak kabin resmi.

Dengan penampilan tersebut, Nisya sempat terbang menggunakan pesawat Batik Air penerbangan ID 7058 dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (6/1/2026).

Penyamarannya terbongkar setelah pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Petugas maskapai menemukan kejanggalan pada kartu identitas yang dikenakan Nisya. ID card tersebut diketahui merupakan kartu lama yang sudah tidak digunakan Batik Air sejak bertahun-tahun lalu. Nisya kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Klarifikasi Maskapai dan Bandara

Pihak pengelola Bandara SMB II Palembang menegaskan bahwa Nisya bukan penyusup. Humas General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, menyatakan bahwa Nisya merupakan penumpang resmi dengan tiket dan boarding pass sah.

“Yang bersangkutan telah melalui seluruh prosedur standar bandara, termasuk pemeriksaan keamanan dan validasi boarding pass. Tidak ditemukan barang berbahaya atau terlarang,” ujarnya.

Menurut Ahmad Syaugi, penanganan kasus tersebut dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan operasional dengan berkoordinasi bersama pihak maskapai.

Polisi: Korban Penipuan Rp30 Juta

Kasus ini kemudian ditangani oleh kepolisian. Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, mengungkapkan bahwa Nisya merupakan korban penipuan berkedok rekrutmen pramugari.

“Yang bersangkutan datang dari Palembang ke Jakarta dengan izin orang tuanya


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0