Foto: dok. UGM
“Beras ini kami kembangkan agar bisa dinikmati masyarakat sebagai produk pangan yang sehat dan bergizi,” ujarnya.
Andri menjelaskan, Presokazi memiliki tekstur pulen, rasa gurih alami, dan kandungan gizi tinggi, termasuk zat besi (Fe) dan seng (Zn) yang berpotensi membantu pencegahan stunting. Proses produksinya dilakukan secara terukur dari panen hingga penggilingan, dengan penerapan teknologi pascapanen untuk menjaga mutu.
Pj. Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian, mengapresiasi keterlibatan UGM yang aktif berkolaborasi dengan pemerintah kalurahan. Ia menilai kegiatan ini memberi wawasan baru bagi warga tentang potensi riset pertanian.
“Kami ingin kerja sama dengan UGM bisa berjalan berkelanjutan agar manfaat riset kampus dapat dirasakan langsung oleh warga,” katanya.
Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta terhadap peluang penanaman Gamagora dan pengembangan Presokazi di wilayah mereka. Tim UGM membuka peluang kerja sama pendampingan petani di masa mendatang.
Kegiatan ditutup dengan ajakan memperkuat sinergi antara universitas, pemerintah, dan masyarakat. Melalui program Resona Saintek, UGM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan riset yang hidup di tengah rakyat — riset yang tak sekadar memberi pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kemandirian pangan nasional.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News
Comments 0