Ketua PC. Persis Sukaresik memberikan sambutan di acara Tafhim ke-66
Dalam sambutannya, Ketua PC Persis Sukaresik, H. Misbah, menekankan bahwa persoalan utama Persis tidak berhenti pada kuantitas kader. “Tentu kita memiliki kebutuhan krusial tentang peningkatan SDM, dan ketika ada perkaderan yang sistematis, ini akan sangat membantu meningkatkan kualitas kader itu sendiri,” ujarnya.
Ia menilai bahwa besarnya jumlah peserta non-anggota dalam Tafhim ke-66 merupakan peluang strategis sekaligus amanah kaderisasi. “Kita tahu, terutama di Pagerageung dan Sukaresik, tantangan kita hampir sama. Banyak yang sudah sepaham secara fiqh dan nilai perjuangan Persis, tetapi belum memiliki ketahanan,” kata H. Misbah.
Menurutnya, lemahnya ketahanan tersebut dalam beberapa dekade terakhir melahirkan fenomena fluktuasi pemahaman akibat tekanan persoalan pemikiran dan fiqhiyyah. Oleh karena itu, Tafhim diposisikan sebagai ruang penguatan fondasi ideologis bagi kader, termasuk bagi mereka yang baru mengenal Persis.
“Ke depan, kita harus betul-betul punya ketahanan bahwa SDM Persis itu unggul dan mampu menghadapi tantangan zaman,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa jenjang Tafhim bertujuan menyamakan pemahaman tentang perjuangan Persis dalam membumikan Al-Qur’an dan As-Sunnah secara konsisten.
“Di Tafhim ini kita tempa ilmunya, kita bimbing akhlaknya, dan kita kawal agar benar-benar siap berjuang,” pungkas H. Misbah. Melalui Tafhim ke-66, Persis menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar regenerasi organisasi, tetapi strategi perluasan gerakan, yang membuka jalan lahirnya kader-kader baru dengan komitmen ideologis dan kesiapan menghadapi tantangan zaman.
Comments 0