Ajang 15th International Sustainability & Carbon Certification (ISCC) Regional Stakeholder Meeting Southeast Asia. Foto: ist.
Dengan demikian, Agung menerangkan bahwa Pertamina kini telah memiliki rantai Ekosistem pendukung pengembangan SAF yang lengkap dan berkelanjutan.
Mulai dari pengumpulan minyak jelantah hingga produksi SAF, lalu penggunaannya dalam penerbangan. Suplai UCO berpotensi meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan dari kawasan, Eropa, dan Amerika Serikat,” ucapnya.
Agung menjelaskan, keberhasilan pengembangan Ekosistem SAF tersebut menjadi bukti nyata bahwa ekonomi sirkular dapat berjalan di Indonesia dan Asia Tenggara.
“Dampaknya, SAF dapat mengurangi hingga 84 persen emisi karbon dari penerbangan internasional. Kami berharap dapat terus bekerja sama untuk mengembangkan SAF bagi Indonesia dan dunia,” tutupnya.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0