Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari. Foto: ist.
KOSADATA — Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari meyakini bahwa penguatan mitigasi lingkungan merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan bencana nasional yang kokoh.
Ratna menyebut, perlindungan lingkungan yang efektif hanya dapat terwujud apabila negara melakukan langkah pencegahan yang nyata dan terukur. Hal tersebut dinilai krusial mengingat peningkatan risiko bencana ekologis yang menuntut intervensi teknis secara langsung di lapangan.
“Anggaran seharusnya difokuskan untuk peralatan pencegahan, pembangunan laboratorium, serta pemantauan polusi udara dan air agar risiko bencana bisa ditekan sejak awal,” kata Ratna dalam keterangannya usai Rapat Kerja bersama Menteri Lingkungan Hidup pada Senin, 26 Januari 2026 di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.
Politisi Fraksi PKB ini menerangkan bahwa penguatan sarana teknis memiliki peranan penting dalam meningkatkan kemampuan pemerintah menjaga kualitas lingkungan hidup, sekaligus mencegah kerusakan yang berpotensi memicu bencana besar.
Namun, Ratna juga menekankan pentingnya pemerintah untuk beralih dari sekadar urusan administratif menuju aksi mitigasi yang berdampak. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan harus menjadi prioritas di atas kepentingan birokrasi internal.
“Dengan penguatan mitigasi, pemerintah menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan ditempatkan lebih penting daripada sekadar kebutuhan birokrasi internal,” ujarnya.
Menurutnya, keberpihakan negara harus tercermin dalam kebijakan penganggaran yang lebih memprioritaskan pelaksanaan program-program teknis. Ia mendorong agar proporsi anggaran ke depan lebih didominasi oleh eksekusi lapangan guna memperkuat ketahanan lingkungan secara menyeluruh.
“Kalau ada penambahan anggaran, proporsinya harus lebih besar untuk eksekusi program di lapangan,” terangnya.
Sebagai penutup, Legislator dari Dapil Jawa Timur IX ini berharap pemerintah konsisten dalam memperkuat instrumen mitigasi agar risiko bencana ekologis dapat diminimalisir demi keberlangsungan generasi mendatang.
“Langkah ini
Comments 0