Memulihkan trauma pada anak mampu membangkitkan semangat baru mereka. Foto: sasint/pixabay
5. Biasakan saling bercerita
Interaksi dengan anak sangat penting untuk dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan dirinya. Mulailah dengan menceritakan beberapa hal sederhana yang bisa dipahami anak. Ceritakan pengalaman-pengalaman menyenangkan sehingga anak tidak merasa ketakutan. Hal ini akan membuat anak lebih nyaman mengenal orang lain dan kembali semangat untuk berinteraksi.
6. Jangan berbohong
Rasa bersalah pada anak mungkin membuat banyak orang cenderung memperlakukan anak dengan spesial. Namun, pastikan untuk tidak berbohong saat anak berbuat salah. Tetap perlakukan anak dengan memberitahukan apa yang salah dan benar. Saat anak kecewa jika tidak bisa mendapatkan sesuatu, beri pengertian agar anak tetap memahami situasi.
7. Tetap disiplin dalam mendidik
Anak juga tetap harus dibiasakan untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Tidak hanya pendidikan formal di sekolah, tapi juga didikan bersikap di rumah dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, anak tetap harus diajarkan untuk bersikap baik, mulai dari membereskan barang, meminta maaf, dan mengakui kesalahan. Jangan perlakukan anak berbeda hanya karena pernah mengalami trauma.
Nah, itulah tadi beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk bersikap pada anak yang sering dimarahi atau dipukul. Secara umum, perlakuannya sama saja dengan perlakukan pada anak lainnya. Namun, anak-anak dengan trauma tersebut harus diperhatikan emosi dan reaksinya sehingga bisa kembali pulih dan percaya diri saat berkegiatan.***
Comments 0