Foto: ist.
KOSADATA — Sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) dikerahkan untuk membantu instalasi air bersih pascabencana di Sumatera Utara (Sumut).
"Kami berangkat ke Sumatera Utara untuk membantu pemeriksaan instalasi air," ujar salah satu mahasiswa perempuan dari Program Studi Rekayasa Sumber Daya Air (RSDA) dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu, 21 Desember 2025.
Pengerahan ini merupakan bagian dari aksi cepat Satgas Pengembangan dan Penerapan Teknologi Penjernihan Air yang dibentuk oleh TNI bersama Unhan. Satgas ini bertugas menciptakan alat penjernih air kotor menjadi air bersih yang layak dikonsumsi di wilayah terdampak bencana.
Satgas yang dikoordinatori oleh Kolonel Inf Musthofa dan diketuai oleh dosen Fisika Unhan, Diyan Parwatiningtyas, melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu, mulai dari mahasiswa hingga dosen program studi Rekayasa Sumber Daya Air, Fisika, dan Teknik Sipil.
Teknologi yang diusung dalam misi ini adalah sistem water treatment berbasis reverse osmosis (RO). Alat ini dirancang mampu menghasilkan hingga 20.000 liter air bersih per hari untuk kebutuhan sanitasi, serta 4.000 hingga 5.000 liter air yang sudah siap minum.
Secara teknis, mesin ini menggunakan tabung filtrasi berbahan Fiber Reinforced Plastic (FRP) dengan lapisan media penyaring seperti manganese ferrolite, manganese zeolit, karbon aktif, dan silika. Proses akhirnya menggunakan teknologi penyinaran ultraviolet (UV) untuk memastikan air bebas dari bakteri, virus, dan kontaminan mikro berbahaya.
Dengan biaya produksi yang efisien, yakni sekitar Rp 65–70 juta per unit, teknologi hasil inovasi kampus pertahanan ini dinilai sangat efektif untuk memenuhi kebutuhan mendesak di kondisi darurat bencana. Setibanya di lokasi, para mahasiswa akan melakukan pendampingan
Comments 0