Dicky melansir, Kabupaten Bandung merupakan salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Jawa Barat. Bahkan di Kabupaten Bandung, tembakau juga menjadi komoditi perkebunan yang produksinya tertinggi ketiga.
Menurut Dicky, produksi rokok kretek merepresentasikan 92 persen dari total produksi rokok nasional. Adapun total produksi rokok nasional pada 2022 lalu, mencapai 248 miliar batang.
Di Indonesia, industri rokok khususnya kretek, tergolong industri yang relatif masih berkembang, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Semendara di Jawa Barat, perkembangan industri kretek dan cerutu, masih mengalami berbagai perubahan seiring waktu.
Di sisi lain, tantangan pengembangan idustri kretek di Jawa Barat, ujar Dicky, antara lain adanya perubahan preferensi konsumen yang cenderung memilih rokok elektrik. Sehingga diperlukan inovasi pengembangan produk berbagai jenis kretek dengan rasa dan aroma yang beragam, serta kretek berfilter yang lebih modern.
Dalam proses produksinya, sebelum dilinting menjadi rokok kretek, tembakau terlebih dulu harus melalui proses blending yang sangat menentukan kualitas bahan baku rokok, sesuai jenis dan kualitas terbaik.
Dengan begitu, rasa dan kualitas rokok yang dihasilkan, akan menjadi sebuah brand tersendiri dan disukai oleh masyarakat luas. Dalam upaya pengembangam teknologi pengolahan produk kretek, Disdagin Kabupaten Bandung sendiri terus memfasilitasi para pelaku dengan bimtek pengolahan tembakau. ***
Comments 0