Foto: dok. Daarut Tauhiid
KOSADATA - Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh pencitraan, kejujuran menjadi barang mewah yang jarang dimiliki. Namun bagi KH Abdullah Gymnastiar, atau yang akrab disapa Aa Gym, kejujuran bukan sekadar nilai moral, melainkan sumber ketenangan hidup.
“Yang paling penting di antara semua bentuk kejujuran adalah jujur kepada diri sendiri,” ujar Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung itu, seperti dilansir laman resmi Daarut Tauhiid, Senin, 13 Oktober 2025.
Menurut Aa Gym, jujur kepada diri sendiri berarti berani melihat diri apa adanya—tanpa topeng, tanpa sandiwara. kejujuran jenis ini menuntut seseorang untuk mengakui niat dan kelemahannya secara tulus.
“Kalau kita berhijrah, tanyakan dulu: untuk siapa kita berubah? Karena Allah, atau karena ingin terlihat baik di mata manusia?” katanya.
Pertanyaan sederhana itu, lanjut Aa Gym, bisa menjadi cermin keikhlasan seseorang. Sebab jika perubahan hanya didorong oleh penilaian manusia, maka kejujuran sejati belum tumbuh di hati. “Allah Maha Mengetahui isi hati hamba-Nya. Tak ada yang bisa kita sembunyikan,” ucapnya.
Aa Gym menegaskan, amal yang dilakukan demi pencitraan akan berlalu begitu saja tanpa makna. Sebaliknya, bila dilakukan semata karena Allah, kebaikan itu akan berbuah cinta dan pertolongan dari-Nya.
“Makanya, sebelum melakukan apa pun, tanya dulu dalam hati: Untuk apa aku melakukan ini? Itu pertanyaan yang bisa menyelamatkan kita dari kelelahan mencari pujian manusia,” tutur Aa Gym.
kejujuran terhadap diri, kata dia, juga berarti menerima kelebihan dan kekurangan tanpa berpura-pura sempurna. Sebab kebohongan sekecil apa pun akan melahirkan ketakutan dan kegelisahan. “Kita jadi takut ketahuan, dan gelisah karena terus
Comments 0