Demokrat Jakarta gelar pelatihan calon pelatih saksi TPS. Foto: Demokrat
"Saksi tidak melaporkan hasil rekapitulasi suara secara lengkap, yang dilaporkan hanya perolehan suara Caleg yang merekrut saksi tersebut. Sebagai Caleg kita tidak bisa mendapatkan C1 secara keseluruhan, kita harus minta dari Partai-Partai Lain," jelasnya.
Sehingga, ungkapnya, saksi dari Demokrat tingkat kecamatan dan kota tidak menerima hasil rekapitulasi suara dari TPS sehingga mereka tidak dapat memantau apabila terjadi kecurangan saat perhitungan suara. Hal itu, tegasnya, diakibatkan dari buruknya pengelolaan saksi TPS serta minimnya pelatihan saksi yang memadai dan berkualitas.
Dengan adanya saksi Demokrat di TPS, Mujiyono meyakini bisa mengawal kemenangan bersama pada Pemilu 2024 mendatang. Dia berharap, pelatihan calon pelatih saksi TPS itu bisa meningkatkan kualitas saksi TPS Partai Demokrat pada Pemilu 2024 nanti.
"Semua yang hadir pada hari ini memiliki tanggungjawab terhadap kualitas saksi Partai Demokrat 2024 mendatang. Hanya dengan saksi yang berkualitas kita dapat mengawal suara partai Demokrat. Sudah saatnya kita rebut kembali kemenangan bersama pada Pileg dan Pilres 2024," tegasnya.
Kepala Badan Koordinasi Saksi Nasional (BKSN) Partai Demokrat, Andi Timo Pangerang, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan bekal kepada para pelatih tentang tugas dan kewajiban mereka. Para pelatih ini nantinya memberikan materi kepada saksi terpilih untuk mengawal suara dalam Pemilu 2024.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan yang dilakukan oleh BKSN Partai Demokrat di seluruh provinsi. Jakarta merupakan provinsi yang ke-23 yang menggelar pelatihan calon pelatih saksi TPS dari 38 provinsi di Indonesia. Ini
Comments 0