Kemudian di kawasan Nelayan, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Nova mengatakan dirinya bertemu dengan beberapa warga yang tinggal di tempat kumuh, namun mereka berpenghasilan Rp100ribu-200ribu per hari.
"Dari beberapa sumber mengatakan penghasilan mereka masih diatas Rp.2 juta per bulan," sebutnya.Â
Disinggung soal mekanisme pendataan yang dilakukan BPS, Nova menyebutkan, berdasarkan hasil investigasinya terhadap warga diketahui bahwa BPS melibatkan warga setempat sebagai mitra untuk pengambilan sampling data.Â
Menurut Nova, BPS nantinya akan mengumpulkan data sesuai dengan kuesioner yang disiapkan BPS dan sudah dikerjakan oleh mitra BPS di lapangan.
"Para Mitra BPS memberikan kertas berisi pertanyaan kepada masyarakat. Katanya terkadang ada masyarakat yang nggak jujur tentang keadaan ekonomi. Misalnya, ada yang punya mobil, tapi nggak mau nulis kalu punya mobil," tegasnya.
Terkadang, lanjut Nova, skema demikian akan mengundang konflik of interest karena jika dilakukan oleh warga setempat tingkat kerawanan adanya intervensi kepentingan terhadap hasil survey cenderung besar.
"Memang pelik, tapi kalau BPS tidak tegas dan melakukan Assessment berulang di lapangan, maka hasil survey pun berpotensi tidak akurat, karena akan dihadapkan pada konflik kepentingan antara mitra, warga dan lingkungan," sebutnya.
"Dan Mitra BPS ini sepertinya juga tidak terlatih dalam mengambil data. Memang ada pengawas yang ditugaskan oleh BPS. Tapi enggak tahu apakah itu orang BPS atau hanya dikontrak oleh BPS," pungkasnya.
Comments 0