Foto: ist
KOSADATA – Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pembangunan kawasan transmigrasi tidak bisa dilakukan sepihak.
Menurut dia, masa depan transmigrasi justru ditentukan oleh kolaborasi antara pendidikan, teknologi, dan investasi.
“Ilmu dan teknologi saat ini harus diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda di kawasan transmigrasi,” ujar Iftitah dalam keterangan tertulis, Senin, 1 September 2025.
Iftitah menyebut transmigrasi kini berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Melalui program Tim Ekspedisi Patriot (TEP), pemerintah mengirim lulusan terlatih ke kawasan transmigrasi untuk riset, penelitian, dan pendampingan masyarakat.
Pendampingan itu, kata Iftitah, bertujuan mengubah cara pandang transmigran terhadap kekayaan alam di sekitarnya.
“Kita ingin mereka tidak sekadar mengeksploitasi, melainkan menjaga keberlanjutan lingkungan, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi,” katanya.
Selain SDM, Iftitah menekankan pentingnya dukungan modal. Kawasan transmigrasi hanya bisa berkembang jika mampu menarik investor.
“Namun investor baru mau masuk bila ada jaminan ekosistem yang sehat, SDM terdidik, serta riset dan inovasi yang berjalan,” kata dia.
Ia mencontohkan capaian peneliti Indonesia yang pernah dua kali meraih Nobel, yakni penelitian tentang penyakit beri-beri dan program SD Inpres. Ke depan, ia berharap penghargaan serupa lahir dari kawasan transmigrasi melalui riset generasi muda.
“Dunia penelitian itu luas. Kita ingin transmigrasi terkoneksi dengan jaringan global. Kalau itu terwujud, kawasan transmigrasi bisa menjadi pusat pertumbuhan baru sekaligus berdaya saing internasional,” ucapnya.***
Update terus berita terbaru KOSADATA di Google News.
Comments 0