TPT Turun, Peneliti Ketenagakerjaan: Jumlah Penganggur Secara Absolut Bertambah

Ida Farida
Jul 29, 2025

Dosen FEB UGM, Qisha Quarina. Foto: dok. UGM

disoroti Qisha adalah lemahnya kualitas hubungan kerja. Dari total pekerja di Indonesia, hanya sekitar 11,57 juta yang memiliki Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). 

 

Sebaliknya, lebih dari 26 juta bekerja tanpa kontrak, dan 16 juta lainnya mengandalkan sistem kontrak jangka pendek (PKWT). "Ironisnya, banyak dari mereka bekerja lebih dari 35 jam per minggu, artinya produktif, tapi tanpa perlindungan," jelasnya.

 

Rendahnya kepesertaan dalam jaminan sosial ketenagakerjaan juga menjadi sorotan. Banyak pekerja tak terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan, bahkan tidak mengetahui status kepesertaannya. 

 

"Tanpa jaminan sosial, para pekerja berada dalam posisi sangat rentan terhadap risiko seperti sakit, kecelakaan kerja, atau PHK," kata Qisha.

 

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun angka pengangguran menurun, ketenagakerjaan Indonesia masih dililit oleh persoalan struktural yang lebih dalam: pekerjaan yang tidak aman, tidak layak, dan tanpa perlindungan. Pemerintah dinilai perlu bergerak cepat, tidak hanya menciptakan pekerjaan, tapi memastikan kualitas dan perlindungan bagi pekerja yang mengisinya.***


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0