Gedung Hitachi Vantara. Foto: ist
Meski demikian, adopsi AI tak bisa dibendung. Para pemimpin BFSI menyadari bahwa investasi dalam kualitas data dan infrastruktur yang tangguh adalah langkah wajib jika ingin meraih return on investment (ROI) yang maksimal.
Laporan Hitachi Vantara menyoroti empat kunci utama agar sektor keuangan bisa membangun masa depan AI yang lebih kuat:
Eksperimen yang Bertanggung Jawab
Pengujian dalam sandbox aman perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko dan membuka peluang inovasi secara lebih terkendali.
Keberlanjutan Menjadi Strategi Inti
Mulai dari penyimpanan hemat energi hingga perangkat lunak yang efisien, prinsip keberlanjutan harus ditanamkan sejak awal dalam setiap lapisan infrastruktur data.
Penyederhanaan Sistem
Menyatukan pengelolaan sistem hybrid, mengotomatisasi keamanan, dan memanfaatkan platform data terintegrasi dinilai penting untuk mempercepat waktu ke pasar dan pelatihan model AI.
Ketahanan Data dan AI untuk Pertahanan
Sistem redundansi, penyimpanan roll-back, dan model AI yang dapat pulih harus menjadi bagian dari strategi menghadapi ancaman siber, termasuk serangan berbasis AI.
Laporan ini memperlihatkan bahwa dunia keuangan tengah berada di persimpangan: antara potensi luar biasa dari AI dan kompleksitas risiko yang menyertainya. Di tengah laju transformasi digital yang tak terelakkan, kesiapan data menjadi taruhan utama—bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal kepercayaan dan keberlanjutan.***
Comments 0