Foto: ist.
Menurut Wagub Rano, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui ruang dialog dan interaksi lintas budaya, sehingga perbedaan menjadi sumber kekayaan, bukan potensi konflik.
“Keberagaman di Jakarta adalah kekuatan. Kita perlu terus membuka ruang dialog dan interaksi lintas budaya agar perbedaan justru memperkaya kehidupan kota,” urainya.
Lebih lanjut, ia menyebut capaian Jakarta sebagai kota teraman kedua di ASEAN dengan skor keamanan 0,72 versi Global Residence Index 2026 sebagai hasil kerja kolektif pemerintah dan masyarakat.
“Capaian ini adalah buah dari kerja bersama. Ini menunjukkan kohesi sosial di Jakarta terjaga dengan baik dan harus terus dirawat,” katanya.
Menutup sambutannya, Wagub Rano mengajak seluruh masyarakat menjaga nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat merawat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi melalui semangat #JagaJakarta, agar Jakarta tetap menjadi kota global yang aman, nyaman, inklusif, dan merangkul semua,” pungkasnya.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0